Postingan

ah, dasar pencuri

rencana sudah tersusun matang-matang. tiap-tiap kata dan topik rapi terancang, bekal obrolan nanti saat bersua datang. ini dan itu, apa dan kenapa, canda dan tawa kemana dan bagaimana tapi kemana semuanya pergi,  rencana, kata, dan tawa, semuanya. saat kutatap matamu, dan kau tatap mataku ah, dasar pencuri!

dan cerita-cerita untuk sementara waktu

_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________(maret___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________...

sahur-tidur

ramadan ke sekian tanpa sinta, rama tok membayangkan ucapan selamat sahur dan selamat tidur sepanjang sahur ke tidur, dan sesingkat tidur ke sahur bersamamu
terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk bentuk e benjut

mana(ta)han

PSS Sleman Manahan kudanan dan permainan yg gitu-gitu aja, kalahan - vs Borneo dan permainan dimulai di menit 10, satu-dua peluang menghasilkan "yooh!" "walahhh", sisanya berbuah menjadi umpatan dan "eyalah-eyalah" lainnya pandemen mulai geram dengan permainan yg kluthak-kluthik, maju-mundur,  haus akan selebrasi-atau mungkin hanya aku saja peluang gagal dikonfersi gol yg terasa seperti kebobolan, begitu juga dengan penyelamatan-penyelamatan yg seakan menjadi perayaan gol,  namun nyatanya nirgol belaka, "hadeh" sebagai penggemar sepakbola yg buta statistik dan cuma bisa mengartikan baik-buruk permainan dari hasil menang-kalah, atau lebih kurangnya tak peduli siapa saja pemainnya dan bagaimana permainan berjalan, sik penting pss, tur menang (nek iso) ngono wae wis seneng tapi nyatanya,  menyaksikan pss berlaga, terlebih akhir-akhir ini, entah di layar kaca atau di lapangan hijau, adalah sebuah "hiihhhh" yang panjang, adalah mumet yang di...

haribu harimu

tak ada yg istimewa pagi ini,  meja makan sepi, seperti biasanya  tak ada ucapan selamat apapun untuk setiap perayaan,  kami tidak terbiasa begitu, atau mungkin aku terlalu malu, payah bekal makan disiapkannya di meja,  obrolan pagi hanya sebatas pamit berangkat kerja,  salim dan  "wa alaikum salam, yo ngati-ati", setiap hari, setiap pagi hari ini harimu,  bagiku setiap hari begitu, namun tidak ada satu yang bisa kuberi, kecuali muka lusuh, dan wajah lelah sore hari, kadang larut yang kau balas dengan, "gorengke sego saiki po engko?" sederhana, tapi cintanya sejati, abadi. py. 22 desember 2023, hari ibu
kawan, aku menganggap penting beberapa hal yang menurutmu remeh dan sepele, karena hanya itu yang aku punya

senyummu iku lho

di suatu perjalanan, semuanya saling kebut sana sini, dunia seakan tergesa tanpa jeda. saling salip-balap di jalan lurus yang panjang.  di suatu perempatan, semuanya saling klakson kanan kiri, depan belakang. bising dan nyaring. semua terburu-buru.  di suatu persimpangan yang sama padat, aku memilih sebuah jalan pintas. sial, karena bertemu buntu di ujungnya.  lalu, di suatu gang buntu tadi, ada satu rumah di antara lelah dan bingung. pemiliknya menawariku mampir. duduk sejenak. rumah yang terlihat asri dan syahdu.  rumah itu adalah senyummu.  senyum yang berkata "monggo pinarak riyin mas"  senyum yang membawaku jatuh ke dalam jeda senyum yang ayem dan ngeyem yem i senyum yang "nyenengke tenan" senyum yang tenang dari segala bising  dan senyum yang menenangkan dari segala kebisingan di senyummu itu, aku berhenti sejenak dari semuanya. menikmati setiap detik jeda. lalu, menyadari kalau senyummu memang benar-benar istirahat yang nyaman. seperti rumah ter...

judul e, takon

 satu kurang sepuluh henti sebentar dari hari yang penuh, pekan yang panjang, dan bulan yang padat; berderet satu-satu seperti tanpa jeda,  seminggu lalu, earphone-ku baru(lagi, hahaha). pagi-sore di jalan, dan malam sebelum tidur menemaniku dengan musik-musik acak-pilihan,  malam ini, kumatikan lampu dan lagu dimulai dengan : "kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang?" iyo e, kapan yo?

aku dan rumahku

- (b/ad) Sejak bangun dari tidurku yang kesiangan tadi, aku tak banyak kemana-mana. Dapur dan kamar mandi jadi yang paling sering kusambangi setelah kamarku sendiri-tentunya. Baru hari kedua mengikuti tantangan bercerita  dan aku sudah bingung, cerita apa yang akan kutulis kali ini, hahahaha. Siang, setelah shalat dzuhur yang molor itu, aku meminta jawab temanku tentang hal apa yang baiknya aku ceritakan kali ini. Dia menjawab dan aku mulai menyapa papan ketik dengan...  Tentang aku dan rumahku,  Sudah berjalan beberapa tahun sejak kami sekeluarga pindah. Sebelumnya, kami tinggal di sebuah rumah kecil di tengah dusun. Tetangga, teman, warung, masjid, dan kehangatan khas dusun menjadi hal yang sangat dekat dan gampang kutemui sehari-hari, sebelum akhirnya pindah ke sebuah tempat terpencil di pojok selatan dusun yang asri hawanya. Saat pertama kami pindah, terhitung hanya ada satu tetangga di sebelah kiri rumah. Kami berjarak sekitar 200 meter dari kerumunan melewati jalan ...

sore di meja makan

 - (a/ad) sore di meja makan  satu pertama dari tiga ratus enam puluh sekian selanjutnya. hari ini, berjalan tidak padat padat amat-pagi bersama teman, lanjut siang membantu sodara bersih kebun. sore, rebahan ditemani beberapa lagu nadin amizah dan pejam sebentar barangkali bisa melepas penat. bangun dalam kondisi lapar karena seharian perut baru masuk soto dan dua lembar tempe goreng hasil beli tadi pagi.  turun dari kamar, membuka tudung saji di meja yang pecah kacanya itu, "alhamdulillah lauk masih pepak", kataku dalam hati kala kutengok sate yang masih dua tusuk, beberapa ikan asin, dan sayur terong-tahu. kubuka mesin penanak nasi setelahnnya di sebelah, yang isinya "segone entek, tak gawekke mie wae" kata emak saya dari seberang depan luweng dekat tempat masak. sore ini lumayan sumuk. tanpa atasan dan setengah telanjang aku duduk di kursi sudut meja makan, dan melihat emak memasak mie. menjadi secuil berkah yang tak terbilang harganya bisa melihat emak masih se...

jdulubya typo

aku memaklumi segala bentuk typo di malam hari. tapi kalo siang, kuanggap itu kebangetan, bisa-bisanya. fokus dikitlah

tentang angan, datang dan tanda tangan yang menyenangkan

Gambar
jogja-magelang, di perjalanan pulang tadi dengan sedikit ngebut dan hujan, kurangkai kata demi kata menjadi kalimat yang nantinya kutulis di sini. karena sudah capek dan ngantuk, aku cepat-cepat menulisnya dan dengan sebisa mungkin kuingat ingat apa yang tadi kucatat di angan dalam kepala, biar gak terus lupa. aaaaaarrrrrgggghhhhhh, betapa senangnya aku hari ini, setidaknya kisah yang ingin kutulis malam ini. tapi badan seakan berkata "mbokwes, sesok wae, kesel tenan aku" hahahaha. jadi, coba kuurai se-detail dan se-bisa mungkin.  *** cuaca akhir-akhir ini seperti sedang mendukung siapapun yang ingin bepergian, khususnya siang ini. panas yang tak begitu, tapi mendung juga tak bisa dikata. hari ini, karena ada janji temu, dan memang karena aku juga pengen nonton pameran-pamerannya pidi baiq n fren, jam setengah dua, pas matahari sedang asyik-asyiknya tadi, kumantapkan hati berkendara ke jogja-tempat pameran-. sebelumnya, karena memang sudah janji mau bareng, kuhampiri teman ka...

tunda, tunda, tunda, tuna

  tidur tenang di atas masalah, tugas, dan proyek usang, tak pernah selesai pun dipandang. bisa bisanya tidur nyenyak disaat tugas yang sama minggu lalu masih tergeletak di meja yang semakin hari kian menumpuk tugas baru.  menghindari pesan yang terus menerus datang dari nomor yang itu itu saja, tanggung jawab. lepas dari tanggungan dan tak pernah memberi jawab. proyek yang sudah dijanjikan "besok ya" setiap kali menerima pesanan baru, dan atau ajakan kolaborasi serius yang dianggap angin lalu. pura pura lupa tagihan proyek proyek lama yang dijanjikan selesai minggu lalu. tugas, ujian selalu jadi pendamping yang cocok kala mengelak dari tanggung jawab. selalu dan selalu itu, sampai yang kau yakin percaya, juga lama lama muak. gagasan gagasan terbengkalai yang akhirnya menjadi tinggalan di kolom chat whatsapp dan takpernah tersentuh jari, sekalipun itu menjawab pertanyaan "apa kabar". lagi lagi kau mengacau. tentu, kau selalu tahu kalau tanggungan itu tidak bisa kau ...

wang sinawang

lewat tengah malam -tepatnya jam setengah dua- aku pulang dari acara sholawatan yang kebetulan bertepatan hari santri nasional juga memperingati maulid nabi. malam dan lelah yang tak membuatku langsung bergegas mapan tidur. seperti malam-malam biasa lainnya, perlu ada sedikit waktu bermain gawai menjelang tidur. kucermati satu per satu  instastory dari kawan-kawan sebaya yang sedang menikmati alam malam minggu; jalan-jalan, pacaran, menghadiri festival musik, nongkrong, ngopi, dan aktivitas anak muda lainnya. tidak ada salahnya apa yang mereka lakukan, mungkin juga begitu tadi yang membuat batinku bergumam : kok koyone mulyo tenan yo uripe cah-cah... hahahahaha, wang sinawang pep

Semoga Kita Semua Ingat

Agustus, 1, setelah beberapa bulan sekian hari absen dan tak pernah lagi mengirim tulisan ke blog ini, dan dengan banyak sekali kumpulan dan timbunan timbunan semangat yang semakin makin akhirnya malam ini aku menulis lagi, walaupun sampai tulisan ini diketik sampai bagian ini aku tidak tahu mau cerita tentang apa, dan cerita yang mana. tentu, ada banyak kali keinginan untuk menulis cerita seperti bulan dan tulisan yang sudah sudah, kadang mentok sampai tengah, dihapus lagi, kadang baru awal tulisan sudah mandek, kadang ada beberapa momen dalam satu hari yang harusnya bisa kukenang lewat tulisan hari itu, tapi nyatanya cuman bisa diangan, tersimpan lama di kening, lalu hilang terbawa angin, hadeh, kebiasaan. sering suatu pagi, sore atau malam di kamar mandi, cerita-cerita dan momen dalam sehari dua hari terakhir itu melahirkan kata kata baru untuk ditulis, tapi selalu setiap habis handukan, semua kata-nya ikutan kering, jadi lupa lagi, hilang lagi. memang, kamar mandi adalah tempat pal...
Pada setiap kagum yang Kau temui, ada ragaku yang terpaku menatap matamu lamat-lamat

mumetku dan mumetnya

perjalanan hidup tak lepas dari yang namanya mumet dedel duwel, njebluk ndase, metndase, dan remuk redam begitu kata kawan-kawanku kebanyakan  malam ini mungkin, jatahku sedang digilir malam ini mungkin, kawanku juga sama ini malam kesekian kalinya aku melihatnya sinaran padam, cahayanya redup kadang cepat suram, kadang sayup-sayup lebih sering menyala-nyala  biasanya, gim menjadi pintasan  biasanya, muram dilebur permainan biasanya, minum tak ketinggalan berbeda dengan malam ini mumetku, ruwetnya sama-sama  lalu, dilipur angkringan  yang membawa susu jahe sebagai tawaran cahayanya masih redup sinarnya seakan matahari malam tapi setidaknya hangatnya jahe mengalahkan dinginnya hati dan manisnya susu menggugurkan pahit kenyataan tapi aku isih mumet, asuog ditulis pada 24 februari, kala sama-sama mumet.  aku mumet ndase, kawanku mumet mergo de'e, hahahaha

Kata Malam Kepada Pagi

Kamu, adalah indahnya fajar di pagi hari, dan satu-satunya rencanaku menemuimu adalah dengan tidur  iya, aku ngantuk 

kebanan

kakak remaja bernama jid sebuah cahaya di pusat kota walau hanya anak kecil si merah revo pincang sebelah belakang mengnjak ranjau, tak terhindarkan bertanya satu dua  petunjuk kanan kiri bertemu di lepas pertigaan pertama desa perkebunan penghasil minyak tak lebat tak terlihat batang pohonnya pak pak satu mas mas satu tapi yang kerja yang satu masih menunggu mendengar lagu mengemut permen satu tunggu, tunggu, tunggu, jadi beres, ban ditambal angin ditambah pulang, pulang jangan hujan dulu Ya Tuhan