tentang angan, datang dan tanda tangan yang menyenangkan
jogja-magelang, di perjalanan pulang tadi dengan sedikit ngebut dan hujan, kurangkai kata demi kata menjadi kalimat yang nantinya kutulis di sini. karena sudah capek dan ngantuk, aku cepat-cepat menulisnya dan dengan sebisa mungkin kuingat ingat apa yang tadi kucatat di angan dalam kepala, biar gak terus lupa.
aaaaaarrrrrgggghhhhhh, betapa senangnya aku hari ini, setidaknya kisah yang ingin kutulis malam ini. tapi badan seakan berkata "mbokwes, sesok wae, kesel tenan aku" hahahaha. jadi, coba kuurai se-detail dan se-bisa mungkin.
***
cuaca akhir-akhir ini seperti sedang mendukung siapapun yang ingin bepergian, khususnya siang ini. panas yang tak begitu, tapi mendung juga tak bisa dikata. hari ini, karena ada janji temu, dan memang karena aku juga pengen nonton pameran-pamerannya pidi baiq n fren, jam setengah dua, pas matahari sedang asyik-asyiknya tadi, kumantapkan hati berkendara ke jogja-tempat pameran-. sebelumnya, karena memang sudah janji mau bareng, kuhampiri teman kampusku. lalu bersama sama ke lokasi pameran yang kebetulan aku tidak tahu tempatnya, maka dari itu kuajak temanku tadi. dia yang lebih paham beberapa hal, terutama jalanan jogja.
setelah perjalanan sekira tiga puluh menitan yang melelahkan-banyak kena macet, belum lagi motor yang kadang suka mati di tengah macet, membuat hati kemrungsung-. akhirnya kami sampai di sana, dan sekilas terlihat pidi baiq dan farid stevy sedang melaksanakan creative sharing sebelum nantinya kulihat mereka berdua berkolaborasi live painting di lantai yang sudah dilapisi media lukis sedemikian rupa. setelah proses pengisian formulir online, kami langsung masuk guna menikmati karya-karya pameran. capek berkeliling melihat lihat pameran, kami putuskan mencari makan dan tempat duduk yang sekiranya nyaman. dapatlah kantin di pojok, yang makanannya harganya standar laah. seporsi mie goreng dan jeruk panas cukup untuk mengganjal perut. habis kenyang, kami berdua berpindah tempat duduk di space terbuka bawah pohon beringin nan sejuk.
sampai beberapa saat kemudian, ada kawan satu lagi yang datang, sendirian. kami jadi bertiga, ngobrol sana sini layaknya kawan lama yang baru bertemu lagi-ya memang udah lama gak ketemu-, tapi sedikit canggung, wkwkwkwkwkwk. setengah tujuh yang artinya kami-berdua, karena yang satu udah-harus segera sholat maghrib, atau isyak akan datang tiba-tiba. setelah sholat, bangku di sebelah kami sudah ditempati oleh wow mas farid stevy dan iksan sekuter. dua sosok yang menurutku adalah orang-orang keren dalam bidangnya masing-masing, aku kagum kepada mereka, sungguh. terlebih kepada mas farid yang beberapa hari kemarin tamat kutonton konten kontennya di yutup, bareng sholeh solihun, jiroluger, mojok, dan lain semacamnya. kami bertiga cuma bisa ojok-ojok-an gimana caranya dan siapa yang berani minta foto bareng. belum sampe gagapku hilang, datang lagi satu musisi yang nggak kalah kerennya, ari lesmana.
karena kami-aku dan temanku- berdua sudah nonton pameran duluan, sementara satu yang nyusul belum, jadi dia pergi menikmati pameran sendirian, sementara aku dan temanku asyik coret-coret di ipad temanku yang mau nonton pameran tadi, sembari ngobrol soal kehidupan remaja dan karang taruna di kampung masing-masing, yang mana kebetulan temanku ini jadi wakil ketua di karang taruna dusunnya berada, keren bukan?
beberapa saat, akhirnya dia kembali dengan membawa kabar yang kutunggu-tunggu dari tadi, "mas farid sama ayah pidi lagi duduk-duduk di dalem, pada mintain foto juga", begitu kira-kira apa yang dia sampaikan. tanpa perlu pikir panjang, dan karena memang itu yang ingin sekali aku dapat di kesempatan ini, maka kami bertiga menyatukan tekad untuk sekedar minta foto bareng. sebelumnya, aku sudah ketemu tadi, sama ayah pidi mas farid pas di dalam gedung pameran dan menurutku waktunya pas, hanya saja niat dah tekadku yang masih kalah oleh malu, gugup, dan gagap. gokilll pokok e gitu lah, susah dijelasinnya.
mondar-mandir, sana-sini, akhirnya temanku berani juga 'nembung' ke ayah pidi. satu, dua, tiga jepret per-orang akhirnya kesampaian, tak lupa tanda tangan di buku Helen dan Sukanta karya ayah pidi-yang niat kubawa dari rumah- dan ipad temanku tadi. gilaakkkk!! kayak bukan kenyataan hahahaha. sikap yang bener-bener sederhana dari ayah pidi, dimana tadi juga sempat diajak ngobrol dikit-dikit, katanya besok suruh nonton konsernya, the panasdalam main. kujawab ya, dengan tambahan kalo aku suka lagunya yg *** karena ******* ******* ***, kami berdua tertawa. ah senangnya.
habis sudah berfoto dengan ayah pidi, lanjut bersama mas farid yang hampir sama seperti ayah pidi, sederhana dan asyik. satu dua jepret oke sudah, kali ini kami bertiga tidak foto satu satu tapi langsung barengan. tak lupa juga aku minta tanda tangannya, begitu pula temanku tadi di ipad yang menurutku keren itu-mahal juga sih, pasti. aku pengen-
MISI SELESAI. foto, tanda tangan, dan nonton pameran sebagai penyempurnanya. kami bertiga lanjut berpisah pulang setelah pertemuan yang singkat namun bagiku mengasyikkan itu, bener bener asyik. temanku dua itu, yang satu rumahnya memang jogja, dan satunya lagi tinggal di rumah mbahnya di jogja. jadi aku sendiri, yang harus pulang menempuh perjalanan pulang sekira satu setengah jam, dengan catatan tanpa ada halang rintang suatu apapun, sepertinya halnya tergoda pecel lele pinggir jalan atau nasi langgi depan pasar muntilan yang bukanya khusus di jam malam.
beberapa menit perjalanan, hujan mulai turun rintiknya, tapi batinku okeylahh nggak masalah wong cuman grimis kecil. sampai beberapa kilometer kemudian, baru hujan mulai sedikit lebat. kubelokkan motor dan membaca kondisi, apakah harus pulang atau baiknya mampir kos temanku di jogja. lima sampai sepulug menit, akhirnya kuputuskan lanjut jalan dengan memakai jas hujan, pikirku biar cuman grimis tapi kalo perjalanan jauh ya kuyup juga. malalm ini aku gagal membaca kondisi, baru sampai beberapa menit perjalanan, hujan lebat turun. TAIIIII, tau gitu aku tadi mampir ke kos temen hahaha, belum sampai disitu penderitaan, entah kenapa sejak tadi berangkat motor kesayangan tiba-tiba suka rewel di lampu merah, ada beberapa kali tadi riba-tiba mesinnya mati dan dengan kemrungsung harus berpacu dengan lampu hijau dan motor di belakang yg sudah siap maju, sementara aku bingung, starter tidak bisa, dan selah lunyu karena hujan, hadehhhh.
syukur alhamdulillah, hujan lebat cuman bertahan sekitar 10enit perjalanan, dan tentu hal tadi tak sedikitpun mengurangi rasa senangku hari ini. di perjalanan pulang tadi, aku teriak-teriak nggak jelas di atas motor, semua teriakan yang mencoba mengatakan betapa senangnya aku hari ini. bertemu kawan lama, jumpa idola, mas farid dan ayah pidi, yang keduanya memiliki skill yang hampir sama, penulis lirik yang keren, peramu kata yang ajaib, perupa yang nyentrik, dan lain sebagainya dan lain sebagainya. ah betapa asyiknya hari ini, walaupun harganya harus diganti dengan bapakku yang berangkat kerja naik sepeda karena motornya kubawa, heheheheheehehe.
sekian, capek banget, ngantuk juga. besok sudah harus balik lagi, see u the panasdalam.

