Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Sajak untuk kawan lama

 kawan,  selamat tentang buruk baikmu yang kau dapat bukankah kau juga sadar itu karenamu  atau kendalimu yang perlahan ragu semangatmu lalu kini perlahan layu, semoga aku salah telah mendugamu begitu barangkali kau juga sadar kesalahanmu itu kau tak rindu kisah-kisah kita dahulu? tak mungkin hanya aku yang ingat itu dua botol kopikap dan se-kresek jajanan ciki bersepeda keliling sepulang ngaji,  kau kayuh pedal aku kendali stang rindulah, ingatlah satu ini tak pernah usang kita dulu begitu menyenangkan bukan? oper sana-oper sini untuk RT kita ini kau begitu gagahnya di belakang aku mencetak angka satu dua, lagi dan lagi kumandang maghrib berani menjemput pulang seperti biasa, lagi-lagi sore itu kita yang menang teman kita satu itu, kau ingat? membuatmu terpaksa kuberi nama baru agar inisial kita bertiga sama, begitu kataku petualangan nan tak kenal waktu banyak cibiran, makian, olokan, tentu tapi persahabatan kita lebih daripada semua itu lirik-lirik syahdu nan merd...

Ini Bukan Puisi : Di Ujung Pilihan

Gambar
cerah berasap malam polusi desa dari kepulan asap asap dari cerobong mulut para pemuda memecah heningnya suara  secerca cahaya lahir bersamaan  bersama harapan impian dan cita cita tak berjalan terlalu jauh kalut pikiran di lamunan terengkuh lampu temaram kekuningan bercengkrama serangga berlantun berdendang seperti cahaya bolam, harapan tak pernah terbenam hanya mengenal mati dan jalan, roda yang kini tak konsisten lajunya mesin yang ogah ogah an setir berbelok tak patuh tuan pasrah hanya ada di pikiran tinggal ada pilihan menangkan persaingan atau terasingkan 01:39. 30/10/20

Ini Bukan Puisi : Kata adalah Do'a (1)

Gambar
 Bismillahirohmanirrohiim.. \\ Kata = Do'a doamu, semalam terkabul katamu terbukti juga pesan yang kaukirim itu, semua jadi nyata walau hanya dua patah kata tapi kau berhasil mimpiku indah malamku sempurna malamku menjadi panjang masih terasa kurang walau tak mungkin bila kuberharap lebih hingga masih terbayang kemudian mentari menyapa semu, hanya itu nyata, yang kumau hehe mungkin, terimakasih atau juga maaf jika boleh aku berharap kau juga semoga jadi? 10.41 26//9/20

Ini Bukan Puisi : Tumbuh

Gambar
  TUMBUH SUATU TAMAN, TAK HARUM KERING GERSANG KUNING DEDAUNAN TAK BERBUNGA LAYU COKLATNYA JATUHLAH HARAPAN DI PELUKNYA BUMI MENUMBUH MEKAR TINGGI DAN KOKOH LAYU LAGI, TUNDUK DAN HAMPIR MATI AWAN SEDIHPUN MENANGISLAH DIBERINYA RIBUAN HARAPAN  TUMBUH LAGI, MEKAR, MAKIN TINGGI SERAYA KUMBANG BERTANYA HERAN HEY BUNGA MENGAPA KAU MEKAR-LAYU? BUNGA MENJAWAB "KARENA DANGANNYA AKU BELAJAR TUMBUH." MAKA TUMBUHLAH BUNGAKU, MEKAR, TINGGI, KOKOH, DAN TAK LAYU LAGI MEKARLAH, TUMBUHLAH, BUNGAKU.  KAN KURAWAT KAU DENGAN CINTA 11.19 09/03/2020 -wc(bab)