Postingan

Semoga Kita Semua Ingat

Agustus, 1, setelah beberapa bulan sekian hari absen dan tak pernah lagi mengirim tulisan ke blog ini, dan dengan banyak sekali kumpulan dan timbunan timbunan semangat yang semakin makin akhirnya malam ini aku menulis lagi, walaupun sampai tulisan ini diketik sampai bagian ini aku tidak tahu mau cerita tentang apa, dan cerita yang mana. tentu, ada banyak kali keinginan untuk menulis cerita seperti bulan dan tulisan yang sudah sudah, kadang mentok sampai tengah, dihapus lagi, kadang baru awal tulisan sudah mandek, kadang ada beberapa momen dalam satu hari yang harusnya bisa kukenang lewat tulisan hari itu, tapi nyatanya cuman bisa diangan, tersimpan lama di kening, lalu hilang terbawa angin, hadeh, kebiasaan. sering suatu pagi, sore atau malam di kamar mandi, cerita-cerita dan momen dalam sehari dua hari terakhir itu melahirkan kata kata baru untuk ditulis, tapi selalu setiap habis handukan, semua kata-nya ikutan kering, jadi lupa lagi, hilang lagi. memang, kamar mandi adalah tempat pal...
Pada setiap kagum yang Kau temui, ada ragaku yang terpaku menatap matamu lamat-lamat

mumetku dan mumetnya

perjalanan hidup tak lepas dari yang namanya mumet dedel duwel, njebluk ndase, metndase, dan remuk redam begitu kata kawan-kawanku kebanyakan  malam ini mungkin, jatahku sedang digilir malam ini mungkin, kawanku juga sama ini malam kesekian kalinya aku melihatnya sinaran padam, cahayanya redup kadang cepat suram, kadang sayup-sayup lebih sering menyala-nyala  biasanya, gim menjadi pintasan  biasanya, muram dilebur permainan biasanya, minum tak ketinggalan berbeda dengan malam ini mumetku, ruwetnya sama-sama  lalu, dilipur angkringan  yang membawa susu jahe sebagai tawaran cahayanya masih redup sinarnya seakan matahari malam tapi setidaknya hangatnya jahe mengalahkan dinginnya hati dan manisnya susu menggugurkan pahit kenyataan tapi aku isih mumet, asuog ditulis pada 24 februari, kala sama-sama mumet.  aku mumet ndase, kawanku mumet mergo de'e, hahahaha

Kata Malam Kepada Pagi

Kamu, adalah indahnya fajar di pagi hari, dan satu-satunya rencanaku menemuimu adalah dengan tidur  iya, aku ngantuk 

kebanan

kakak remaja bernama jid sebuah cahaya di pusat kota walau hanya anak kecil si merah revo pincang sebelah belakang mengnjak ranjau, tak terhindarkan bertanya satu dua  petunjuk kanan kiri bertemu di lepas pertigaan pertama desa perkebunan penghasil minyak tak lebat tak terlihat batang pohonnya pak pak satu mas mas satu tapi yang kerja yang satu masih menunggu mendengar lagu mengemut permen satu tunggu, tunggu, tunggu, jadi beres, ban ditambal angin ditambah pulang, pulang jangan hujan dulu Ya Tuhan

Tragedi Soblog dan Berhentinya Konser Rutinan Kamar Mandi

Gambar
mandi pagi nampaknya masih menjadi satu yang mustahil untuk saya lakukan, setidaknya untuk saat ini. mungkin tidak juga, karena sudah hampir dua tahun atau lebih tepatnya setelah semua rutinitas sekolah dulu di sekolah menengah atas yang mengharuskanku untuk mandi pagi. setelah itu, mungkin hanya kalau ada acara dadakan atau acara yang mengharuskan mandi saja, bukan untuk menunjukkan wangi atau terlihat lebih segar, cuman biar bisa jawab aja kalau-kalau pas ada yang nanya sudah mandi belum ekwkwkwkwk. kalau soal wangi mah bisa diakali wangi parfum atau kalau biar terlihat segar ya tinggal raup juga bisa. toh kalau cuman mandi, paling-paling dua atau tiga jam juga harum sabunnya sudah hilang, kurang lebih seperti itu yang saya alami selama ini. tidak tahu kalau sabun mahal atau sabun khusus, mungkin bisa dua hari baru hilang baunya atau mungkin sabun khusus yang sekali mandi bisa merapel mandi seminggu, mungkin. saya kan nggak tahu, sabun di rumah yang paling saya suka cuman nuvo atau p...

do'a do'a

 tidak ada do'a yang main-main,  yang disempurnakan dengan aamiin dan aamiin