Postingan

jdulubya typo

aku memaklumi segala bentuk typo di malam hari. tapi kalo siang, kuanggap itu kebangetan, bisa-bisanya. fokus dikitlah

tentang angan, datang dan tanda tangan yang menyenangkan

Gambar
jogja-magelang, di perjalanan pulang tadi dengan sedikit ngebut dan hujan, kurangkai kata demi kata menjadi kalimat yang nantinya kutulis di sini. karena sudah capek dan ngantuk, aku cepat-cepat menulisnya dan dengan sebisa mungkin kuingat ingat apa yang tadi kucatat di angan dalam kepala, biar gak terus lupa. aaaaaarrrrrgggghhhhhh, betapa senangnya aku hari ini, setidaknya kisah yang ingin kutulis malam ini. tapi badan seakan berkata "mbokwes, sesok wae, kesel tenan aku" hahahaha. jadi, coba kuurai se-detail dan se-bisa mungkin.  *** cuaca akhir-akhir ini seperti sedang mendukung siapapun yang ingin bepergian, khususnya siang ini. panas yang tak begitu, tapi mendung juga tak bisa dikata. hari ini, karena ada janji temu, dan memang karena aku juga pengen nonton pameran-pamerannya pidi baiq n fren, jam setengah dua, pas matahari sedang asyik-asyiknya tadi, kumantapkan hati berkendara ke jogja-tempat pameran-. sebelumnya, karena memang sudah janji mau bareng, kuhampiri teman ka...

tunda, tunda, tunda, tuna

  tidur tenang di atas masalah, tugas, dan proyek usang, tak pernah selesai pun dipandang. bisa bisanya tidur nyenyak disaat tugas yang sama minggu lalu masih tergeletak di meja yang semakin hari kian menumpuk tugas baru.  menghindari pesan yang terus menerus datang dari nomor yang itu itu saja, tanggung jawab. lepas dari tanggungan dan tak pernah memberi jawab. proyek yang sudah dijanjikan "besok ya" setiap kali menerima pesanan baru, dan atau ajakan kolaborasi serius yang dianggap angin lalu. pura pura lupa tagihan proyek proyek lama yang dijanjikan selesai minggu lalu. tugas, ujian selalu jadi pendamping yang cocok kala mengelak dari tanggung jawab. selalu dan selalu itu, sampai yang kau yakin percaya, juga lama lama muak. gagasan gagasan terbengkalai yang akhirnya menjadi tinggalan di kolom chat whatsapp dan takpernah tersentuh jari, sekalipun itu menjawab pertanyaan "apa kabar". lagi lagi kau mengacau. tentu, kau selalu tahu kalau tanggungan itu tidak bisa kau ...

wang sinawang

lewat tengah malam -tepatnya jam setengah dua- aku pulang dari acara sholawatan yang kebetulan bertepatan hari santri nasional juga memperingati maulid nabi. malam dan lelah yang tak membuatku langsung bergegas mapan tidur. seperti malam-malam biasa lainnya, perlu ada sedikit waktu bermain gawai menjelang tidur. kucermati satu per satu  instastory dari kawan-kawan sebaya yang sedang menikmati alam malam minggu; jalan-jalan, pacaran, menghadiri festival musik, nongkrong, ngopi, dan aktivitas anak muda lainnya. tidak ada salahnya apa yang mereka lakukan, mungkin juga begitu tadi yang membuat batinku bergumam : kok koyone mulyo tenan yo uripe cah-cah... hahahahaha, wang sinawang pep

Semoga Kita Semua Ingat

Agustus, 1, setelah beberapa bulan sekian hari absen dan tak pernah lagi mengirim tulisan ke blog ini, dan dengan banyak sekali kumpulan dan timbunan timbunan semangat yang semakin makin akhirnya malam ini aku menulis lagi, walaupun sampai tulisan ini diketik sampai bagian ini aku tidak tahu mau cerita tentang apa, dan cerita yang mana. tentu, ada banyak kali keinginan untuk menulis cerita seperti bulan dan tulisan yang sudah sudah, kadang mentok sampai tengah, dihapus lagi, kadang baru awal tulisan sudah mandek, kadang ada beberapa momen dalam satu hari yang harusnya bisa kukenang lewat tulisan hari itu, tapi nyatanya cuman bisa diangan, tersimpan lama di kening, lalu hilang terbawa angin, hadeh, kebiasaan. sering suatu pagi, sore atau malam di kamar mandi, cerita-cerita dan momen dalam sehari dua hari terakhir itu melahirkan kata kata baru untuk ditulis, tapi selalu setiap habis handukan, semua kata-nya ikutan kering, jadi lupa lagi, hilang lagi. memang, kamar mandi adalah tempat pal...
Pada setiap kagum yang Kau temui, ada ragaku yang terpaku menatap matamu lamat-lamat

mumetku dan mumetnya

perjalanan hidup tak lepas dari yang namanya mumet dedel duwel, njebluk ndase, metndase, dan remuk redam begitu kata kawan-kawanku kebanyakan  malam ini mungkin, jatahku sedang digilir malam ini mungkin, kawanku juga sama ini malam kesekian kalinya aku melihatnya sinaran padam, cahayanya redup kadang cepat suram, kadang sayup-sayup lebih sering menyala-nyala  biasanya, gim menjadi pintasan  biasanya, muram dilebur permainan biasanya, minum tak ketinggalan berbeda dengan malam ini mumetku, ruwetnya sama-sama  lalu, dilipur angkringan  yang membawa susu jahe sebagai tawaran cahayanya masih redup sinarnya seakan matahari malam tapi setidaknya hangatnya jahe mengalahkan dinginnya hati dan manisnya susu menggugurkan pahit kenyataan tapi aku isih mumet, asuog ditulis pada 24 februari, kala sama-sama mumet.  aku mumet ndase, kawanku mumet mergo de'e, hahahaha